www.pidiejaya.co.nr - Home

WEBSITE MASYARAKAT PIDIE JAYA SE JABODETABEK DAN SEKITARNYA

Masyarakat Pidie Jaya di Jakarta Jl. Raya Lenteng Agung no.18,Lenteng Agung,Jagakarsa,Jakarta Selatan  Telp. 78845567, Hp. 0811 905683 (Alauddinsyah), 08161908281 (M. Natsir) URL: http://www.pidiejaya.co.nr/ Email:bamuspidiejaya@gmail.com;pidiejaya.jkt@gmail.com

Latest topics

BERITA DAN DUNIA USAHA


Gallery


LIKE

PENGUMUMAN


Pemerintah Aceh dan Kabupaten Pidie Jaya bersama Taman Mini Indonesia Indah  mengundang Bapak/Ibu untuk hadir di Taman Mini Indonesia Indah pada,
   
Hari Sabtu, 18 Desember 2010
Jam 19:00 WIB.
Pada acara

MALAM PESONA BUDAYA KABUPATEN PIDIE JAYA

Pengumuman ini kami sampaikan Umumnya kepada seluruh Warga Aceh dan Kepada Seluruh Warga Masyarakat Kabupaten Pidie Jaya Nanggroe Aceh Darussalam SeJABODETABEK, kami mengharapkan kehadirannya pada malam PESONA BUDAYA KABUPATEN PIDIE JAYA tersebut dengan menampilkan tarian tradisional seperti Beuhe, peumulia jame,likok pulo, seudati, tarek pukat dan lain-lain, Bila bapak/ibu berminat hadir Segera menghubungi kami nomer Hp. 08120082748/ 0811905683 sebelum tanggal 16 Desember 2010 untuk mendapatkan UNDANGAN dan PASS Masuk GRATIS untuk Dua orang dan gratis masuk kendaraan.

Demikian kami sampaikan atas kerjasama dan partisipasi masyarakat Aceh kami mengucapkan terima kasih.

Wassalam DR. Muhamad Natsir
Ketua Umum BAMUS Pidie Jaya



PIDIE JAYA

Kabupaten Pidie Jaya adalah sebuah kabupaten di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Ibukotanya adalah Meureudu. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007.Kabupaten Pidie Jaya adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 8 Desember 2006. Ke-16 kabupaten/kota tersebut adalah: Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Subulussalam, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Batubara, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sumba Tengah dan Kota Kotamobagu.GeografisBatas-batas wilayahUtara Selat MalakaSelatan Kecamatan Tangse, Geumpang dan Mane, Kabupaten PidieBarat Kecamatan Glumpang Tiga, Glumpang Baro, dan Kembang Tanjong, Kabupaten PidieTimur Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen

SEJARAH

Negeri Meureudu pernah dicalonkan sebagai ibu kota Kerajaan Aceh. Namun konspirasi politik kerajaan menggagalkannya. Sampai kerajaan Aceh runtuh, Meureudu masih sebuah negeri bebas.


Negeri Meureudu sudah terbentuk dan diakui sejak zaman Kerajaan Aceh. Ketika Sultan Iskandar Muda berkuasa (1607-1636) Meureudu semakin diistimewakan. Menjadi daerah bebas dari aturan kerajaan. Hanya satu kewajiban Meureudu saat itu, menyediakan persediaan logistik (beras) untuk kebutuhan kerajaan Aceh.


Dalam perjalanan tugas Iskandar Muda ke daerah Semenanjung Melayu (kini Malaysia) tahun 1613, singgah di Negeri Meureudu, menjumpai Tgk Muhammad Jalaluddin, yang terkenal dengan sebutan Tgk Ja Madainah. Dalam percaturan politik kerajaan Aceh negeri Meureudu juga memegang peranan penting.


Hal itu sebegaimana tersebut dalam Qanun Al-Asyi atau Adat Meukuta Alam, yang merupakan Undang-Undangnya Kerajaan Aceh. Saat Aceh dikuasai Belanda, dan Mesjid Indra Puri direbut, dokumen undang-undang kerajaan itu jatuh ke tangan Belanda. Oleh K F van Hangen, dokumen itu kemudian diterbitkan dalam salah satu majalah yang terbit di negeri Belanda.


Dalam pasal 12 Qanun Al-Asyi disebutkan, Apabila Uleebalang dalam negeri tidak menuruti hukum, maka sultan memanggil Teungku Chik Muda Pahlawan Negeri Meureudu, menyuruh pukul Uleebalang negeri itu atau diserang dan Uleebalang diberhentikan atau diusir, segala pohon tanamannya dan harta serta rumahnya dirampas.


Kutipan Undang-Undang Kerajaan Aceh itu, mensahihkan tentang keberadaan Negeri Meureudu sebagai daerah kepercayaan sultan untuk melaksanakan segala perintah dan titahnya dalam segala aspek kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan Kerajaan Aceh Darussalam.


Malah karena kemampun tersebut, Meureudu pernah dicalonkan sebagai ibu kota kerajaan. Caranya, dengan menimbang air Krueng Meureudu dengan air Krueng Aceh. Hasilnya Air Krueng Meureudu lebih bagus. Namun konspirasi elit politik di Kerajaan Aceh mengganti air tersebut. Hasilnya ibu kota Kejaan Aceh tetap berada di daerah Banda Aceh sekarang (seputar aliran Krueng Aceh). Untuk mempersiapkan pemindahan ibu kota kerajaan tersebut, sebuah benteng pernah dididirkan sultan Iskandar Muda di Meureudu. Benteng itu sekarang ada di tepi sungai Krueng Meureudu.


Peranan Negeri Meureudu yang sangat strategis dalam percaturan politik Pemerintahan Kerajaan Aceh. Ketika Sultan Iskandar Muda hendak melakukan penyerangan (ekspansi) ke semenanjung Melayu (Malaysia-red). Ia mengangkat Malem Dagang dari Negeri Meureudu sebagai Panglima Perang, serta Teungku Ja Pakeh-juga putra Meureudu-sebagai penasehat perang, mendampingi Panglima Malem Dagang.


Setelah Semenanjung Melayu, yakni Johor berhasil ditaklukkan oleh Pasukan Pimpinan Malem Dagang, Sultan Iskandar Muda semakin memberikan perhatian khusus terhadap Negeri Meureudu. Kala itu sultan paling tersohor dari Kerajaan Aceh itu mengangkat Teungku Chik di Negeri Meureudu, putra bungsu dari Meurah Ali Taher yang bernama Meurah Ali Husein, sebagai perpanjangan tangan Sultan di Meureudu.


Negeri Meureudu negeri yang langsung berada di bawah Kesultanan Aceh dengan status nenggroe bibeueh (negeri bebas-red). Di mana penduduk negeri Meureudu dibebaskan dari segala beban dan kewajiban terhadap kerajaan. Negeri Meureudu hanya punya satu kewajiban istimewa terhadap Kerajaan Aceh, yakni menyediakan bahan makanan pokok (beras-red), karena Negeri Meureudu merupakan lubung beras utama kerajaan.


Keistimewaan Negeri Meureudu terus berlangsung sampai Sultan Iskandar Muda diganti oleh Sultan Iskandar Tsani. Pada tahun 1640, Iskandar Tsani mengangkat Teuku Chik Meureudu sebagai penguasa defenitif yang ditunjuk oleh kerajaan. Ia merupakan putra sulung dari Meurah Ali Husein, yang bermana Meurah Johan Mahmud, yang digelar Teuku Pahlawan Raja Negeri Meureudu.


Sejak Meurah Johan Mahmud hingga kedatangan kolonial Belanda, negeri Meureudu telah diperintah oleh sembilan Teuku Chik, dan selama penjajahan Belanda, Landscap Meureudu telah diperintah oleh tiga orang Teuku Chik (Zelfbeestuurders).


Kemudain pada zaman penjajahan Belanda, Negeri Meureudu dirubah satus menjadi Kewedanan (Orderafdeeling) yang diperintah oleh seorang Controlleur. Selama zaman penjajahan Belanda, Kewedanan Meureudu telah diperintah oleh empat belas orang Controlleur, yang wilayah kekuasaannya meliputi dari Ulee Glee sampai ke Panteraja.


Setelah tentara pendudukan Jepang masuk ke daerah Aceh dan mengalahkan tentara Belanda, maka Jepang kemudian mengambil alih kekuasaan yang ditinggalakan Belanda itu dan menjadi penguasa baru di Aceh. Di masa penjajahan Jepang, masyarakat Meureudu dipimpin oleh seorang Suntyo Meureudu Sun dan Seorang Guntyo Meureudu Gun.


Sesudah melewati zaman penjajahan, sejak tahun 1967, Meureudu berubah menjadi Pusat Kawedanan sekaligus pusat kecamatan. Selama Meureudu berstatus sebagai kawedanan, telah diperintah oleh tujuh orang Wedana. Pada tahun 1967, Kewedanan Meureudu dipecah menjadi empat kecamatan yaitu Ulee Glee, Ulim, Meureudu dan Trienggadeng Penteraja, yang masing-masing langsung berada dibawah kontrol Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie.


Kini daerah Kawedanan Meureudu menjelma menjadi Kabupaten Pidie Jaya, dengan Meureudu sebagai ibu kotanya.

HOBBY / HOBI

Talk about your favourit sports

Mari diskusi Tentang Perkembangan Pariwisata di nanggroe Aceh darussalam

SpesialFEATURE AcehForum. Ekspresikan kemampuan anda berdebat disini.Peringatan: Resiko tanggung sendiri, tidak diperbolehkanmendiskreditkan dan sejenisnya terhadap Suku, Agama,Ras. AcehForumtidak bertanggung jawab atas isi postingan di forum ini. Sebelumposting silahkan baca rule, klik DISINI utk melihat rule.

Information old and new games

Talk about otomotif

Bicara tentang gaya hidup

Arung Jeram/Rafting, Wall/Rock Climbing, Caving - Pencinta Alam & Lingkungan

disini dibahas tentang fishing / Memancing

Talk about Airsoft in Nanggroe Aceh Darussalam
Sub-Forums: ZECO, CIA, NAD

all about Flora & Fauna

networkedblogs

Login

Lupa password?

Statistics

Total 95 kiriman artikel dari user in 70 subjects

Total 48 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah jul fahmi Anek Bateu

User Yang Sedang Online

Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 14 pada Thu 6 Dec 2012 - 12:35

August 2016

SunMonTueWedThuFriSat
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Calendar Calendar

Sponsor By :


Video Editing & Transfer DVD
Contact : 0811 905683
021-7433523
Alauddinsyah

PT. BETA MEDICAL
Hospital & Medical Equipment
Jln.Pangeran Antasari No. 212
  Cilandak Barat - Jakarta

Telp. 021-75911890,75911892,75911893
Fax. 021-75911694, 75911794
Email. betamed@cbn.net.id / betamedical@hotmail.com



Komunitas Teknisi Handphone
Nanggroe Aceh Darussalam



PT.ALFA SARANA MAKMUR
Chevrolet Building 4th Floor
Jln.Dewi Sartika No.295
Cawang-Jakarta Timur
Telp.021-80871260-80873289
Fax. 021-80871237-80883712
E-Mail:pt.asm@hotmail.com






RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 

Shes this

Jumlah Pengunjung

Waktu sekarang Thu 25 Aug 2016 - 16:41