www.pidiejaya.co.nr

WEBSITE MASYARAKAT PIDIE JAYA SE JABODETABEK DAN SEKITARNYA

Masyarakat Pidie Jaya di Jakarta Jl. Raya Lenteng Agung no.18,Lenteng Agung,Jagakarsa,Jakarta Selatan  Telp. 78845567, Hp. 0811 905683 (Alauddinsyah), 08161908281 (M. Natsir) URL: http://www.pidiejaya.co.nr/ Email:bamuspidiejaya@gmail.com;pidiejaya.jkt@gmail.com

    Walk Out Warnai Konferensi PBB Soal Rasisme

    Share

    Alauddinsyah
    Admin Utama
    Admin Utama

    Jumlah posting : 17
    Join date : 15.04.09
    Age : 46
    Lokasi : Jakarta

    Walk Out Warnai Konferensi PBB Soal Rasisme

    Post by Alauddinsyah on Tue 21 Apr 2009 - 10:57



    ENEWA -- Puluhan diplomat Barat meninggalkan ruangan konferensi PBB soal rasisme saat Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, melontarkan pernyataan keras terhadap Israel. ''Israel merupakan sebuah rezim rasis yang kejam dan represif,'' katanya dalam pidato di hari pertama konferensi yang disebut Durban Review Conference, Senin (20/4).

    Saat pertama kali Ahmadinejad menyebut Israel, sekitar 40 diplomat dari Inggris, Prancis, dan sejumlah negara Uni Eropa, meninggalkan ruangan. Sekelompok pengunjuk rasa juga bereaksi atas pernyataan Ahmadinejad. ''Anda rasis,'' kata seorang pengunjuk rasa yang kemudian digiring ke luar ruangan oleh petugas keamanan.

    Ahmadinejad langsung meresponsya. ''Saya meminta semua hadirin terhormat memberikan maaf kepada orang-orang yang terabaikan ini. Mereka tak memiliki cukup informasi,'' katanya. Tak lama setelah sesi pembukaan usai, sekitar 100 anggota kelompok Yahudi, sebagian besar pro-Israel menghalangi Ahmadinejad memasuki ruang konferensi pers.

    Dalam pidatonya yang berlangsung selama setengah jam itu, Ahmadinejad mengajak komunitas internasional bersatu melawan rasisme. Ia kemudian fokus pada pembicaraan soal Israel. Usai Perang Dunia II, ujarnya, AS dan Eropa membantu membentuk Israel yang dibayar dengan penderitaan bangsa Palestina.

    ''Mereka membangkitkan agresi militer yang membuat seluruh warga Palestina kehilangan rumahnya, dengan dalih membalas penderitaan Yahudi. Mereka kemudian mengirimkan para migran dari Eropa, AS, dan wilayah lainnya untuk mendirikan pemerintahan rasis di atas tanah pendudukan, Palestina,'' kata Ahmadinejad.

    Ahmadinejad mengatakan mereka juga menghembuskan kompensasi dari rasisme mengerikan yang pernah dirasakannya di Eropa dalam sebuah pemerintahan rasis yang sangat kejam dan represif di Palestina. Ia menyatakan pula bahwa invasi AS terhadap Irak merupakan hasil konspirasi Zionis.

    Respons pun merebak. Sekjen PBB, Ban Ki-moon menyesalkan pidato Ahmadinejad tersebut. Ia mengaku sebelum konferensi bertemu Ahmadinejad dan mengingat agar tak menyampaikan pidato yang memicu perpecahan dan perbedaan.''Sangat disesalkan. Pidato itu secara langsung bertentangan dengan tujuan konferensi,'' katanya.

    Ban juga menyatakan berada dalam situasi yang sulit menyusul pidato yang disampaikan Ahmadinejad. ''Ini merupakan pengalaman sulit bagi saya sebagai sekretaris jenderal. Saya belum pernah melihat dan mengalami situasi yang kacau disebabkan oleh sebuah negara. Situasi ini tak bisa diterima,'' katanya menegaskan.

    Israel juga langsung melayangkan kecamannya. ''Sangat disayangkan Sekjen PBB menganggap langkah yang pantas untuk bertemu dengan orang yang tidak mengakui Holocaust. Ini sangat berat apalagi terjadi pada malam perayaan Holocaust Memorial Day,'' demikian pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Israel.

    Juru Bicara Gedungh Putih, Robert Gibbs, menyatakan AS dan semua pihak tak menerima pernyataan Ahmadinejad. Ia menambahkan AS telah mengambil keputusan tepat dengan memboikot konferensi itu. ''Kami berharap Iran tak memantik kebencian,'' kata Wakil Dubes AS di PBB, Alejandro Wolff.

    Secara terpisah, Komisioner PBB untuk HAM, Navi Pillay, menyatakan sangat sedih mendengar pidato Ahamdinejad itu. ''Saya terguncang dan sedih dengan semua yang ia katakan,'' katanya. Di sisi lain, Vatikan menyatakan itu merupakan ekstremis dan tak bisa diterima.Sementara, delegasi negara-negara Muslim enggan berkomentar.

    Namun Pakistan menyatakan bahwa para pengunjuk rasa tak semestinya menginterupsi pidato Ahmadinejad.

    ''Jika kita meyakini kebebasan berekspresi maka dia (Ahmadinejad) memiliki hak mengatakan apa yang ingin ia katakan. Banyak Muslim yang setuju dengan apa yang dikatakannya, seperti situasi di Palestina, Irak, dan Afghanistan walaupun mungkin tak sepakat dengan cara dia menyampaikannya,'' kata Dubes Pakistan, Zamir Akram.