www.pidiejaya.co.nr

WEBSITE MASYARAKAT PIDIE JAYA SE JABODETABEK DAN SEKITARNYA

Masyarakat Pidie Jaya di Jakarta Jl. Raya Lenteng Agung no.18,Lenteng Agung,Jagakarsa,Jakarta Selatan  Telp. 78845567, Hp. 0811 905683 (Alauddinsyah), 08161908281 (M. Natsir) URL: http://www.pidiejaya.co.nr/ Email:bamuspidiejaya@gmail.com;pidiejaya.jkt@gmail.com

    Rusia Ancam NATO

    Share

    Alauddinsyah
    Admin Utama
    Admin Utama

    Jumlah posting : 17
    Join date : 15.04.09
    Age : 46
    Lokasi : Jakarta

    Rusia Ancam NATO

    Post by Alauddinsyah on Tue 21 Apr 2009 - 11:08


    MOSKWA, KOMPAS.com - Utusan Rusia untuk NATO, Senin (20/4), mengancam akan membatalkan pertemuan para komandan militer senior bulan depan jika aliansi itu tetap melaksanakan rencana latihan di Georgia, demikian dilaporkan Kantor Berita Interfax.

    "Jika kami melihat tidak ada tanggapan (atas protes Rusia mengenai latihan itu)..., pertemuan kepala staf Rusia-NATO yang direncanakan digelar pada 7 Mei tidak akan berlangsung," kata Interfax mengutip Dmitry Rogozin.

    Rusia, yang terlibat dalam perang singkat dengan Georgia tahun lalu, memprotes keras rencana NATO melakukan serangkaian latihan internasional di dekat Tbilisi bulan depan.

    Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah memperingatkan NATO bahwa latihan itu bisa menghalangi upaya-upaya untuk mengatasi ketegangan hubungan antara organisasi tersebut dan Moskwa, yang dibekukan setelah perang Georgia itu.

    Keputusan Rusia dan NATO untuk memulai lagi pekerjaan dewan bersama merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan antara Moskwa dan Washington, setelah Barack Obama memulai tugasnya sebagai presiden baru AS.

    Pertemuan pertama tingkat duta besar dewan itu sejak hubungan dimulai lagi dijadwalkan berlangsung pada 29 April dan pertemuan tingkat menteri direncanakan pada 19 Mei. Para pejabat Rusia sejauh ini belum mengirim sinyal bahwa pertemuan ini berisiko dibatalkan.

    Rusia menyebut latihan NATO itu sebagai dukungan aliansi tersebut pada Georgia, sebuah rute transit penting bagi minyak dan gas Laut Kaspia ke Eropa, dan telah lama dikendalikan oleh Moskwa.

    NATO menyatakan tidak mengerti mengapa Moskwa merasa terganggu dengan rencana latihan itu, yang akan melibatkan 1.300 prajurit dari 19 negara dari 6 Mei hingga 1 Juni.

    Pasukan Rusia memasuki Georgia untuk mematahkan upaya militer Georgia menguasai lagi Ossetia Selatan pada 7-8 Agustus. Perang lima hari pada Agustus itu meletus ketika Tbilisi berusaha memulihkan kekuasannya dengan kekuatan militer di kawasan Ossetia Selatan yang memisahkan diri dari Georgia pada 1992, setelah runtuhnya Uni Sovyet.

    Georgia dan Rusia tetap berselisih setelah perang singkat antara mereka pada Agustus tahun lalu menyangkut Ossetia Selatan.

    Selain Ossetia Selatan, Abkhazia juga memisahkan diri dari Georgia pada awal 1990-an. Kedua wilayah separatis itu bergantung hampir sepenuhnya pada Rusia atas bantuan finansial, militer, dan diplomatik.

    Georgia tetap mengklaim kedaulatan atas kedua wilayah tersebut dan mendapat dukungan dari Barat Ossetia Selatan pada Rabu (11/3) menyatakan akan mengizinkan pasukan Rusia menggunakan wilayah tersebut untuk pangkalan militer selama 99 tahun.

    Pemimpin Abkhazia Sergei Bagapsh juga mengatakan sebelumnya pada Maret, provinsi itu akan segera menandatangani sebuah perjanjian yang mengizinkan Rusia membangun sebuah pangkalan di wilayah separatis lain Georgia itu untuk kurun waktu 49 tahun.

    Rencana Rusia untuk tetap menempatkan ribuan prajurit di Abkhazia dan Ossetia Selatan telah membuat marah Tbilisi dan sekutu-sekutu Barat-nya, yang mengatakan bahwa hal itu melanggar gencatan senjata yang mengakhiri perang.

    Pengakuan Moskow atas kemerdekaan kedua wilayah itu menyulut kecaman dari Georgia dan banyak negara Barat.

    Rusia meresmikan pengakuannya atas kemerdekaan kedua wilayah Georgia yang memisahkan diri itu, Ossetia Selatan dan Abkhazia, pada 16 Januari ketika Presiden Dmitry Medvedev menerima duta-duta besar pertama mereka yang bersanding sejajar dengan para duta besar dari negara anggota NATO.

    Nikaragua memberikan "pengakuan penuh" kepada republik-republik Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai "anggota baru komunitas negara merdeka dunia".